Aku harap rasa ini akan tiba kepadamu saat burung-burung
berterbangan dalam cahaya keemasan senja, saat bias-bias cahayanya membentuk
siluet indah pesonamu, sesuatu yang kau tahu membuatku mengangankan segala hal
terindah yang paling mungkin akan kulakukan bersamamu meski kau dan aku
sama-sama tahu semua itu hanya akan menjadi sekedar kemungkinan yang entah
kapan menjadi kenyataan.
“Semua akan indah pada waktunya,’ bisikmu ke dalam hatiku,
setiapkali melihatku termenung memikirkan tentang kisah kita, sesuatu yang
seringkali membuatku gundah, karena disana hanya ada Tanya yang kita sama-sama
tahu jawabannya.
Waktu terus berjalan tanpa memedulikan segala aral yang
masih saja menjadi penghalang kisah kita, dan kau masih saja sanggup untuk
tersenyum, mencoba untuk menguatkan dirimu, tapi di lain sisi, senyum indah itu
melemahkanku, karena aku tahu, kau hanya berusaha untuk mengaburkan fakta
betapa waktu berjalan memutar, meninggalkan kita dalam pusaran mimpi yang tak
bertepi.
“Jalan kita masih panjang,” bisikmu ke dalam hatiku, ucapan
yang kuputar jutaan kali bagai mantra, setiap kali aku teringat tentangmu,
memikirkanmu, memikirkan tentang kita, sesuatu yang hanya akan membuatku larut
dalam lautan emosi, karena disana hanya ada cinta yang kita sama-sama tahu
hanya akan menjadi mimpi.
Sudah terlalu banyak hal dalam cerita hidupku yang tak
pernah bisa kugapai, segala seperti menjauh dari kehidupan, dan aku menerima
semua kenyataan itu, menerima segala hal yang kuberikan, semua hal yang
kuiimpikan, tak pernah jadi kenyataan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar