Selasa, 09 April 2013

Tentang Senja




Aku harap rasa ini akan tiba kepadamu saat burung-burung berterbangan dalam cahaya keemasan senja, saat bias-bias cahayanya membentuk siluet indah pesonamu, sesuatu yang kau tahu membuatku mengangankan segala hal terindah yang paling mungkin akan kulakukan bersamamu meski kau dan aku sama-sama tahu semua itu hanya akan menjadi sekedar kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.
“Semua akan indah pada waktunya,’ bisikmu ke dalam hatiku, setiapkali melihatku termenung memikirkan tentang kisah kita, sesuatu yang seringkali membuatku gundah, karena disana hanya ada Tanya yang kita sama-sama tahu jawabannya.
Waktu terus berjalan tanpa memedulikan segala aral yang masih saja menjadi penghalang kisah kita, dan kau masih saja sanggup untuk tersenyum, mencoba untuk menguatkan dirimu, tapi di lain sisi, senyum indah itu melemahkanku, karena aku tahu, kau hanya berusaha untuk mengaburkan fakta betapa waktu berjalan memutar, meninggalkan kita dalam pusaran mimpi yang tak bertepi.
“Jalan kita masih panjang,” bisikmu ke dalam hatiku, ucapan yang kuputar jutaan kali bagai mantra, setiap kali aku teringat tentangmu, memikirkanmu, memikirkan tentang kita, sesuatu yang hanya akan membuatku larut dalam lautan emosi, karena disana hanya ada cinta yang kita sama-sama tahu hanya akan menjadi mimpi.
Sudah terlalu banyak hal dalam cerita hidupku yang tak pernah bisa kugapai, segala seperti menjauh dari kehidupan, dan aku menerima semua kenyataan itu, menerima segala hal yang kuberikan, semua hal yang kuiimpikan, tak pernah jadi kenyataan.
Tak terkecuali tentangmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar