Rabu, 17 April 2013

Laga Pembuktian



Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, Barcelona menjelma menjadi klub paling ditakuti di Eropa. Merengkuh semifinal Liga Champions enam kali berturut-turut, juara di 2009 dan 2011 (juga di 2006), membuat klub asal Catalan itu, terutama pada era Pep Guardiola, dijuluki sebagai salah satu kesebelasan terbaik sepanjang sejarah.
Di era Pep Guardiola, Barcelona menyihir dunia dengan memainkan sepakbola dalam format  yang paling indah. 14 trofi dalam kurun waktu 4 tahun masa kepelatihan sang maestro, adalah prestasi yang mungkin akan sulit untuk diulang dalam kurun waktu yang panjang. “Sepanjang karier saya sebagai pelatih, mereka adalah tim terbaik yang pernah saya hadapi,” kata Sir Alex.
Selepas kepergian Guardiola, sekilas terlihat penurunan performa, dengan cedera berkepanjangan  seiring semakin menuanya  Carles Puyol, Xavi yang terlihat semakin melambat, dan absennya sang pelatih, Tito Vilanova karena pengobatan kanker yang dialaminya. Barca harus berjuang begitu keras untuk merengkuh semifinal ke-6 nya. Terkoyak di San Siro, sebelum Sang “Mesiah” kembali menunjukkan sihirnya dengan 2 golnya di Camp Nou, yang membuat keharusan untuk menang dengan agregat 3-0 menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Menghadapi PSG, tidak lebih baik. Mencetak 2 gol di Parc des Princes, Barca kembali menunjukkan sindrom “Messidependence”. Sebelum masuknya La Pulga, Barca hanya mencatat 2 tendangan ke gawang, rekor terendah mereka sejak 2003. Dan Victor Valdes harus melakukan 7 kali penyelamatan, rekor tertinggi sang kiper dalam 43 kali laga Barca di kompetisi Eropa. Lionel Messi, yang namanya semakin bergema seantero Camp Nou, setelah Javier Pastore menunjukkan betapa lemahnya lini belakang Barca, meski dalam keadaan cedera, kembali menunjukkan betapa Barca sangat bergantung kepadanya. “Satu kaki cukup untuk Messi,” kata headline sebuah harian di Spanyol.
Dan kini datanglah Bayern Muenchen. “Dalam banyak hal, Muenchen adalah cermin Barcelona,” kata Joan Laporta. Muenchen mengkombinasikan secara sempurna produk akademi sepakbola mereka dengan pemain berpengalaman. Muenchen juga merupakan gambaran ideal dari kondisi pengelolalan keuangan klub yang sehat. Dan faktor terakhir yang diyakini merupakan alasan mengapa Pep Guardiola lebih memilih untuk melatih FC Hollywood ketimbang gelontoran poundsterling taipan minyak; Muenchen adalah klub dengan filosofi sepakbola menyerang.
Pertandingan melawan Muenchen adalah tes terbesar bagi Barcelona apakah mereka akan melanjutkan era keemasan nya di Eropa. Juga untuk Muenchen, laga ini adalah pembuktian  untuk memulai dominasi mereka di Eropa, sekaligus mengakhiri era kejayaan Barcelona dalam beberapa tahun terakhir. Atau harus menunggu tangan dingin seorang Pep Guardiola untuk mengakhiri era Barcelona?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar