Seperti hujan yang berjatuhan dari langit, yang dengan lembut
membasahi bumi dengan suaranya yang
begitu menyejukkan, Senja teringat sesuatu dalam hidupnya, saat menatap hujan
yang turun dengan derasnya sore itu. Hujan itu mengingatkannya tentang perpisahan,
tentang rasa yang tak akan pernah tersampaikan, tentang rasa sesal yang selalu bertahan
dan tak akan pergi, tentang dia... Dia yang dengan sebentuk senyumannya membuatnya
teryakinkan tak lagi mengharap nirwana, karena nirwana sesungguhnya ada di
sini, di bumi, tempa tmanusia berkejaran dengan waktu untuk memenuhi segala
yang ada di benak dan pikiran, dia yang bayangnya selalu mampu membuatnya mengangankan
segala hal terindah
Hujan turun dengan indahnya sore itu.Rinainya membentuk alunan nada yang menenangkan, dan seperti ribuan
hujan lainnya, hujan selalu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi seorang Senja.
Diusapnya kaca jendela yang berembun,
jari-jari lentiknya mengikuti aliran air yang turun perlahan di kaca itu,
mengenang detik-detik yang pernah ia genggam bersamanya, saat hujan selalu bisa
menghadirkan momen terindah dalam hidupnya. Senja mengenang masa dimana dia begitu
berbahagia karena rasa sayang yang begitu besar pernah diberikan seseorang di
masal alunya. Hatinya bergetar dengan rasa yang sanggup membuat setiap waktu
yang terlalui, setiap momen yang ia lewati dengannya, menjadi begitu bermakna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar