Rabu, 10 April 2013

Senjahati





Seperti hujan yang berjatuhan dari langit, yang dengan lembut membasahi bumi dengan suaranya  yang begitu menyejukkan, Senja teringat sesuatu dalam hidupnya, saat menatap hujan yang turun dengan derasnya sore itu. Hujan itu mengingatkannya tentang perpisahan, tentang rasa yang tak akan pernah tersampaikan, tentang rasa sesal yang selalu bertahan dan tak akan pergi, tentang dia... Dia yang dengan sebentuk senyumannya membuatnya teryakinkan tak lagi mengharap nirwana, karena nirwana sesungguhnya ada di sini, di bumi, tempa tmanusia berkejaran dengan waktu untuk memenuhi segala yang ada di benak dan pikiran, dia yang bayangnya selalu mampu membuatnya mengangankan segala hal terindah
Hujan turun dengan indahnya sore itu.Rinainya membentuk  alunan nada yang menenangkan, dan seperti ribuan hujan lainnya, hujan selalu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi seorang Senja. Diusapnya kaca jendela  yang berembun, jari-jari lentiknya mengikuti aliran air yang turun perlahan di kaca itu, mengenang detik-detik yang pernah ia genggam bersamanya, saat hujan selalu bisa menghadirkan momen terindah dalam hidupnya. Senja mengenang masa dimana dia begitu berbahagia karena rasa sayang yang begitu besar pernah diberikan seseorang di masal alunya. Hatinya bergetar dengan rasa yang sanggup membuat setiap waktu yang terlalui, setiap momen yang ia lewati dengannya, menjadi begitu bermakna. 
Kisah cinta dengan seseorang di masa lalu telah lama usai, namun segala kenangan tentangnya tak pernah usai. Di luar hujan masih saja menderas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar